Sejarah Denim Tahun ke Tahun

Bro, penasaran nggak sih sama sejarahnya denim?

Denim pertama kali dibuat oleh Levi Strauss pada abad ke-19 di kota Nimes, Perancis dengan nama “Serge de Nimes”, disederhanakan menjadi “de Nimes” baru kemudian jadi “denim” yang artinya “berasal dari Nimes”. Saat itu denim dibuat menggunakan katun twill berwarna biru indigo, warna ini didapatkan dari proses pewarnaan yang berasal dari tanaman indigo.

Denim dari tahun ke tahun..

1858

Pada tahun 1858 Levi Strauss memasarkan denim di daerah California, Amerika Serikat, karena pada saat itu banyak pekerja tambang yang membutuhkan pakaian kuat dan tidak mudah robek. Denim menjadi solusi terbaik bagi para pekerja tambang saat itu.

1860

Pamor denim semakin meningkat di kalangan pekerja tambang, penebang, peternak, petani dan pekerja pabrik. Ini karena sifat denim merupakan kain yang tidak mudah sobek, multi fungsi dan affordable.

1862

Denim mulai diminati secara luas, tidak hanya dipakai para pekerja berat, pada tahun 1862 denim mulai digunakan berbagai kalangan, profesi dan gender.

1960 – 1970

Pada rentang tahun ini, denim mulai dibuat dengan berbagai macam gaya yang sedang tren pada masing-masing tahun. Pada rentang tahun 1960 – 1970 lahirlah denim embroidery, painted denim, psychedelic denim dan lainnya.

1980

Denim yang awalnya punya image “pakaian hard work-wear” pada tahun ini berubah menjadi “high fashion”. Banyak brand fashion besar yang mulai membuat denimnya sendiri. Pada tahun ini denim makin diminati banyak orang dan membuat para brand fashion berlomba untuk berinovasi membuat variasi pada denim. Seperti contohnya skinny jeans, flares, acid washed sampai denim jacket.

1990

Penggunaan denim pada rentang tahun ini berkurang karena kurangnya minat generasi muda untuk memakai denim. Sebagian besar dari mereka lebih menyukai gaya sport-wear.

2000

Pada akhir tahun 1999 banyak fashion designer dunia yang melihat masih adanya potensi denim untuk kembali pada masa kejayaannya. Mereka mulai memadukan denim ke summer collection yang mereka rancang. Ini membuat denim mulai populer lagi pada awal tahun 2000.

2001 – sekarang

Belum redup, sampai saat ini denim masih terus jadi favorit banyak kalangan dan tentu jadi lebih banyak variasinya. Nggak cuma merek-merek luar negeri yang menghadirkan denim kualitas “ngeri”, brand lokal Indonesia termasuk Pride n Joy juga bisa banget buatin kamu denim kualitas tapi tetep dengan affordable pricenya!

So, Bro.. Denim diramalkan akan jadi salah satu fashion item yang abadi karena selain tampilannya yang ikonik, denim juga bisa digunakan dalam berbagai macam situasi dan yang paling penting sih denim nggak perlu sering-sering dicuci biar fadingnya makin mantap!

Pride n Joy punya banyak banget artikel denim yang wajib buat kalian koleksi, bro! Make sure to check our collection here!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *